Archive for August, 2008

Berbeda dengan workshop 2 hari kemarin… kali ini domain dan hosting peserta telah aktif dengan sempurna, kecuali milik Juned yg ternyata salah entri nama domain dalam hostingnya :( sehingga belum bisa digunakan dan harus nunggu sekitar 24-48 lagi.

Tiga yg lain Pak Puji, Pak Jaiman dan Pak Misdi… blognya sudah live secara online dengan sempurna, meski saat proses uploading, lagi2 mengalami kendala leeelllleeeeeetttt poool. Beberapa diantaranya sering timeout/error saat upload source wordpress v622. Proses instalasi dan pembuatan database cukuo lancar, hingga dilanjut tes posting dan komentar ke rekan lainnya.

Satu hal yg jadi masalah adalah saat proses backup datafiles, ternyata blog gratisan tidak support utk kompres file. Dicoba melalui sintax “tar” juga tidak jalan. Mau pakai ftp-tools juga tidak siap, sehingga trial menggunakan hosting berbayar, seperti 2 hari workshop klas kemarin.

Yg menarik pada klas kali ini adalah, saat rumitnya proses backup dan restore tadi, dua di antara empat peserta langsung KO. Mereka teler dan mengambil posisi nyaman masing2, seperti terlihat di antara gambar berikut :)

Comments 1 Comment »

Lagi2 ada masalah server down dari hosting gratisan. Beberapa yang lain mengalami kesalahan seting DNS sehingga domainnya belum aktif. Akhirnya seperti workshop kemarin, menggunakan hosting pribadi milik empunya workshop.

Proses upload osCommerce ke hosting mengalami kendala lelet pol, hingga hampir 1jam waktu terbuang sia2, walaupun akhirnya kelar juga. Untung proses instalasi online berjalan lancar. Begitu pun proses backup baik data files maupun database. Bagian akhir ditutup dengan trik restoring ke localhost dan berhasil. Puazzz deh :)

{Sesi kali ini ada yg absen Pak Bagir krn baru datang dari sby, dan Pak Rio pulang lebih awal sebelum melakukan trik restore hasil backupan. Sayang lupa moto-moto):

Comments No Comments »

Hmmm… pk 24 tet! baru bubar. puyeng kabeh :D

Workshop kali ini agak kacau krn hosting gratisnya purik alias ngadat. so… akhirnya latihan pake hosting pribadi milik empunya workshop. proses instalasi wordpress dilakukan dengan lancar, hanya saja peserta agak binun karena nama domainnya paaaannjaanng dengan pake IP laggeee.

Workshop kali ini banyak lawakannya, dengan dihadiri bintang tamu lainnya yakni Pak Josman dan si kecil putra Pak Sur.

Setelah masing2 tes posting dan komentar ke yang lain, acara dilanjutkan trik backup dan restore ke localhost di local PC. Trik ini sangat advance, shg pada mabok. Termasuk gurunya sempat lost restore database ke local PC. sehingga diputuskan cukup dan kurangnya dilanjut per email besoknya (nantinya ding, orang tanggalnya udah ganti 13 aug)

Sebagai PR masing2 adalah utk restore wordpress ke domain masing2 jika hostingnya sudah UP. Tampaknya akan perlu panduan lagi, meski masing2 sudah dapat catatan kecil trik restoring.

Kita tunggu saja hasil onlinenya.

Comments 68 Comments »

Gerakan Pay It Forward

     

Pay It Forward

Pay It Forward

 

Saya Tito pemilik WORKSHOP-20 ini (sebelumnya dikenal sebagai F-tobe!NET) berkomitmen untuk meneruskan 20% dari nett profit hasil workshop ini untuk disalurkan kepada kaum yatim-piatu dhuafa atau wadah tertentu yang mempunyai tujuan serupa. Harapannya adalah dana tersebut bisa termanfaatkan dalam pemberdayaan SDM di sekitarnya sesuai semangat yang ada dalam Gerakan Pay It Forward.

Mari kita gerakkan bersama-sama…

Mengenai “apa” dan “bagaimana” Gerakan Pay It Forward itu, berikut adalah resensi sebuah film “Pay It Forward” yang diingatkan kembali dalam bentuk tulisan oleh rekan milis TDA , Bp. Jamil Azzaini


Pay It Forward adalah sebuah film drama Hollywood yang diproduksi pada tahun 2000. Film yang disutradarai oleh Mimi Leder itu mengisahkan tentang sebuah ide sederhana dari seorang anak kecil berusia 11 tahun, Trevor. Bocah kecil ini hidup bersama ibunya, Arlene, seorang pemabuk dan single parent.
Kisah film tersebut berawal pada saat seorang guru ilmu sosial di sekolah Trevor memberikan sebuah tugas. Sang guru, Mr. Simonet, meminta para murid memikirkan sebuah ide yang dapat mengubah dunia. Para murid juga diminta untuk mewujudkan idenya ke dalam tindakan nyata.
Pada saat itulah Trevor mencetuskan ide Pay It Forward atau bayar dimuka. Inti dari ide Trevor adalah ia hanya perlu menolong tiga orang. Pertolongan itu harus dalam bentuk yang nyata dan tidak bisa dilakukan oleh orang yang akan ditolong itu. Setiap orang yang telah ditolong harus menolong tiga orang lain, begitu seterusnya.
Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah seorang pemuda gembel pecandu narkoba bernama Jerry, Mr. Simonet yang masih hidup membujang, dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal bernama Adam

Trevor melihat bahwa Ibunya sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan ibunya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, Trevor juga mengatur rencana supaya ibunya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor, Mr Simonet yang memberinya tugas itu.

Ide Trevor mulai berjalan. Jerry dibantu oleh Trevor dengan cara membelikan baju, sepatu dan perlengkapan lain untuk modal bekerja serta meyadarkannya agar tidak terlibat narkoba. Uang itu diambil dari tabungan Trevor. Ketika Jerry berucap tarima casi kepada Trevor, maka Treveor hanya menjawab ‘Pay It Forward”.

Jerry kemudian membantu memperbaiki mobil Ibunya Trevor yang rusak tanpa diminta. Sang ibu melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang Ibu mengucapkan terima kasih, Trevor menjawab “Pay It Forward”

Ibu Trevor yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, dan dibalas dengan ucapan: “Pay It Forward

Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar polisi untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika pemuda itu sudah aman, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek menjawab dengan kata-kata : “Pay It Forward”.

Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, dan dijawab oleh pemuda itu dengan ucapan : “Pay It Forward”

Ayah si gadis kecil yang ternyata konglomerat terkesan dengan kebaikan si pemuda. Orang kaya itupun terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya mogok pada saat sedang meliput suatu acara. Saat si wartawan berterima kasih karena mendapat rezeki nomplok berupa mobil Jaguar, ayah si gadis menjawab: “Pay It Forward”

Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah “Pay It Forward” tersebut. Naluri Jurnalistiknya mendorong dia menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan melindungi pemuda, Ibunya Trevor yang memaafkan nenek Trevor, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut. Dengan bantuan sang wartawan, Trevorpun muncul di televisi.

Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya, Adam, yang selalu diganggu oleh para berandalan. Selesai pemakaman Trevor, betapa terkejutnya sang ibu melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan kepada orang lain.

Menurut saya, walau Trevor meninggal dalam usia yang sangat muda. Itu jauh lebih baik dibandingkan dengan orang tua yang meninggal namun tidak meninggalkan inspirasi apa-apa. Trevor memang pergi terlalu cepat namun ia telah mampu menginspirasi banyak orang dan mampu membuat perubahan yang berarti.

Dengan kondisi Indonesia yang sedang carut marut, angka kemiskinan yang meningkat, pengangguran yang tak pernah berkurang, orang-orang yang bingung memasukan anaknya untuk sekolah karena biaya yang melangit bahkan di beberapa daerah ada yang terkena busung lapar, Gerakan Pay It Forward menurut saya salah saru alternatif yang bisa ditawarkan.

Lakukan gerakan “Pay It Forward” dimulai dari Anda sekarang juga. Hasilnya? Biarkan puluhan ribu orang, karangan bunga, dan generasi berikutnya mengenang Anda ketika nanti saatnya tiba. Dan yang paling penting, Tuhan-pun bangga dengan Anda.

Salam Sukses Mulia

Comments 204 Comments »

Rekor terpecahkan!

Yup! Ini dia workshop paling larut rampungnya, pk 23:50 tas buyar.

Mereka adalah Pak Puji, Pak Jaiman, Pak Misdi & Lik Juned. Satu lagi bintang tamu, Dokter Gardjito yang cukup surprise dengan bentuk PC yang tiada duanya dalam workshop ini. Hingga sering termangu2… (hmmm kok iiisooooo, yo…?!@#$%^&)

Peserta kali ini ada terlihat cukup stress :-p karena sering gagal saat signup hosting gratis karena pasword yang dianggap tidak secure serta gagal karena mungkin dianggap , ditambah akses internet speedy yg lelet pol! Nyaris kaya pake telkomnet diul-up.

Peserta sedikit tercerahkan saat trial wordpress di localhost, dan masing2 mencoba baik posting, comment ke yg lain dan ganti theme.

Selanjutnya PR bagi mereka untuk mencoba di rumah, sehingga pada pertemuan ke-2 minggu depan lebih mudah dan lancar.

Comments 5 Comments »