Author Archive

Workshop Joomla! [3/3] End of May’09 Early of June ‘09. Mundur dari jadual krn salah seorang saat itu sedang diajak tamasya ke mBandung, soalnya mo resign :-)

Workshop kali ini masuk pada sesi “berat” ditambah dengan lamanya hand on setelah hampir seminggu lalu, jadiya pada kagok lupa apa user dan password masing2 :-p . Tampak dalam foto2 di bawah pada loyo bahkan terserang musuh utama “ngauantuk puoll” :-D

Terakhir dipraktekkan juga memindah situs masing2 yang sudah online, beralih ke local PC (localhost). 

Okay, kita tunggu saja perkembangan situs2 Cak Edi, Cak Eko dan Bang Roy ke depan …

Comments No Comments »

Hari ke-2…

Workshop kali ini sudah menginjak ke “jero^an” Joomla! administrator. Intinya otak-atik tampilan website hingga menjadi bentuk yang ciamik lah :).

Di sana dijelaskan juga bbrp tips & trik menampilkan video dari youtube dan mengubah template, sedikit manipulasi css.

Saat pengaturan layout, tampak pada seriuous ‘kaleee… sepi rasanya suasana layaknya hampa dari canda dan  tawa (baca: podo nggethu - red).  :-D

Tapi asik lah pokok’e ;-)

Semangat… semangat…

[providernya nantang dilanjut hingga pagi, sambil nunggu final bal-bal'an MU vs Barcelona] wani a?

Comments 1 Comment »

Yup! workshop @ 2wenty.net bergeliat lagi, setelah sekian lama vacuum karena koneksi internet tidak memadai.

Peserta kali ini ada 3 semuanya dari Paiton. Mereka adalah Edi TrionoEko Cahyono dan Rony Z Luturmas (Roy) dipandu langsung oleh tutor Heri Yuono.

Workshop dimulai dari pengetahuan dasar internet, apa itu domain, apa itu hosting, apa saja features cPanel, upload source Joomla! <Joomla_1.5.10-Stable-Full_Package.tar.gz>, trial file index & txt, crate database MySQL, instalasi Joomla! hingga dalam bentuk jadi tanpa sample. Well done!

Eeh, ternyata sudah pk 9 malam… break bentar deh :-)

Sambil break, dibumbuhi diskusi tentang cari duit di internet, mudah, gampang, gak sulit, asal….. :p tau caranya. (kabeh lek ero carane yo pancen gampang - red). Bahasannya ttg gimana trik meningkatkan ranking website kita dalam google search engine, ya pake SEO - searching engine optimization. Kalo ada budget iklan ya pake Google Adwords. Trus bahasan mengalir ke Google Adsense juga, dicontohkan salah satu alumni WORKSHOP-20 yg mulai fokus ke bidang ini, Kandi W.

Wuokaey… berikut suasananya:

Comments No Comments »

Artikel ini sengaja kami copas dari JawaPos, karena sangat pas dengan tema dan misi yang diusung workshop ini.
Silakan disimak.
—————————
[ Kamis, 14 Mei 2009 ]
Mereka yang Sukses Mendapatkan Uang dari Blog (2-Habis)
Pilih Jadi Makelar, Dapat Duit Rp 700 Juta 

Dari media bernama blog, ribuan dolar bisa diraup. Salah satu syaratnya, blog tersebut sudah diakui kualitasnya, banyak pengunjung, dan menarik minat pemasang iklan.

AGUNG PUTU I., Jakarta 

 

CARA utama mendapat uang dari blog adalah menggaet pemasang iklan. Para pengiklan akan tergiur memasang iklan apabila pengunjung blog-nya banyak. Cosa Aranda, seorang blogger yang kerap dijuluki blogger jutawan mengatakan, paling tidak ada dua macam iklan blog. ”Pertama Pay per click (PPC) dan yang kedua Pay per impression (PPI),” kata blogger asal Surabaya itu saat menjadi pembicara pada BNCC National IT Talk Show (BITS) bertema Menguak Kisah Sukses Para Blogger Indonesia, Selasa (12/5) lalu.

Acara itu diadakan Bina Nusantara Computer Club (BNCC) Universitas Bina Nusantara (Binus), di auditorium kampus Anggrek, Kebun Jeruk, Jakarta. Turut hadir dalam acara tersebut Raditya Dika, penulis buku laris Kambing Jantan dan Enda Nasution, blogger yang kerap dijuluki ”bapak blogger” Indonesia.

Iklan jenis PPC, kata Cosa, akan memberikan kontribusi uang tiap kali di-click. Jumlahnya bervariasi. Mulai 0,02 dolar hingga 0,05 dolar. Jumlah uang baru terasa kalau yang nge-click ribuan orang. Kalau masih berkutat pada ratusan orang, masih belum terasa. ”Yang paling dikenal di sini biasanya iklan dari Google Adsense,” katanya.

Selain PPC, ada PPI. Iklan ini, kata Cosa, adalah iklan gambar bergerak. Iklan tersebut akan memberikan kontribusi uang berdasarkan berapa kali pemutaran. Iklan ini biasanya dalam format flash yang akan berputar sendiri tiap kali website diakses. ”Biasanya, iklan akan dibayar minimal seribu kali penayangan,” ujarnya.

Cosa termasuk orang yang sukses meraup uang dengan cara tersebut. Dia memasang iklan tersebut di beberapa blog-nya yang mulai dikembangkan pada 2003. Ribuan pengunjung mengakses blognya. Penghasilannya pun terdongkrak. Pada Juli 2007, penghasilan Cosa mencapai USD 5.000 (lebih dari Rp 50 juta). Setiap bulan terus meningkat sampai sekarang. ”Paling tidak, saat ini gaji saya setara direktur lah,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Upaya lain meraup uang dari blog bisa dengan menjual halaman blog. Seperti iklan dalam surat kabar, banner dalam blog dijual dengan tarif tertentu. Perjanjian dilakukan dengan menyepakati tarif iklan dan lama pemasangan. ”Menjual halaman bisa dilakukan secara online atau menawarkannya sendiri ke perusahaan-perusahaan,” kata lulusan urusan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (Stikom) Surabaya itu.

Cara lain masih ada. Kata Cosa, blogger juga bisa jadi makelar blog. Yakni, mereka yang membeli blog untuk dijual lagi. Blog-blog yang dibeli murah diperbaiki untuk ditingkatkan pengunjungnya. ”Setelah pengunjung banyak, blog itu ditawarkan kepada orang lain. Tentu saja dijual lebih mahal,” ujarnya. 

Salah seorang rekan Cosa pernah sukses melakukannya. Dia memperbaiki sebuah blog kemudian menjualnya lagi. ”Blog itu laku Rp 700 juta. Sekarang dia sudah nggak nge-blog lagi. Tapi, bisnis properti dari uang penjualan blog,” katanya.

Karena itu, kata Cosa, yang perlu dilakukan blogger adalah terus meningkatkan jumlah pengunjung. Apabila pengunjung banyak, kemungkinan mereka meng-click iklan-iklan tersebut semakin besar. Dengan banyaknya pengunjung, langkah bisnis lain bisa dilakukan.

Meski begitu, kata Enda Nasution, mendapatkan uang dari blog tetap tidak mudah. Harus terus bekerja keras untuk meningkatkan pengunjung blognya. ”Jadi, jangan dianggap kita diam saja lantas uang datang. Tidak bisa seperti itu. Upayanya juga keras seperti pekerjaan lain,” kata pria yang dijuluki bapak blogger Indonesia itu. 

Namun, kata Enda, mereka yang baru pertama membuat blog bisa memulainya dengan membuat tulisan. Tak harus berorientasi uang. ”Tuliskan saja pengalaman sehari-hari. Dan, paksa diri untuk terus menulis,” katanya. (nw)

Comments No Comments »

Artikel ini sengaja kami copas dari JawaPos, karena sangat pas dengan tema dan misi yang diusung workshop ini.
Silakan disimak.
—————————
[ Rabu, 13 Mei 2009 ]
Mereka yang Sukses Mendapatkan Uang dari Blog (1)
Perbanyak Pengunjung agar Pengiklan Tergiur   

Perkembangan media internet bernama blog seolah tak terkendali. Awalnya, blog hanya menjadi media curhat. Kini blog sudah menjadi komoditas. Ratusan juta rupiah bisa didapatkan dari blog. Bagaimana caranya?

AGUNG PUTU I., Jakarta 

Ada dua cara orang memperoleh uang dari blog. Yaitu memperbanyak pengunjung blog sehingga menarik pemasang iklan dan membuat blog untuk memperoleh uang di luar media blog. ”Yang terakhir ini adalah yang dilakukan Raditya Dika,” kata Enda Nasution, ”bapak blogger” Indonesia, saat menjadi pembicara pada BNCC National IT Talk Show (BITS) bertema Menguak Kisah Sukses Para Blogger Indonesia kemarin.

Acara itu diadakan Bina Nusantara Computer Club (BNCC) Universitas Bina Nusantara (Binus) di auditorium Anggrek, Kebun Jeruk, Jakarta. Tampil sebagai pembicara adalah Raditya Dika (penulis buku laris Kambing Jantan) dan Cosa Aranda (jutawan blogger dari Surabaya).

Siapa yang tak kenal Raditya Dika? Awalnya, lelaki yang biasa dipanggil Radith itu hanyalah penulis catatan harian dalam blog. Dari blognya yang dulu beralamat di www.kambingjantan.com, dia menerbitkan buku laris berjudulKambing Jantan

Gaya tulisannya yang kocak, lepas, tanpa aturan, dan apa adanya membuat trafik blognya melonjak. Apalagi sejak buku Kambing Jantan masuk jajaran best seller. ”Sehari, pengunjung bisa sampai 3.500 orang. Kalau pas filmnya diputar dulu malah bisa sampai 5 ribu orang pengunjung tiap hari,” tutur mahasiswa Jurusan Politik Indonesia FISIP UI itu.

Dari media blog, kini banyak orang yang mengenal Radith sebagai lelaki kocak dengan ide-ide gila. Blog kemudian mengantarkan Radith lebih jauh. Buku-bukunya yang lain menyusul terbit. Yaitu, Cinta Brontosaurus (2006), Radikus Makankakus:Bukan Binatang Biasa (2007), Babi Ngesot: Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang (2008). 

Bahkan, film Kambing Jantan membuat dia kini tak hanya sebagai penulis blog dan buku. Tapi, dia juga menjadi bintang film yang membintangi film karya sendiri. ”Bahkan, saya adalah bintang film pertama di Indonesia yang tampangnya seperti figuran,” ujarnya disambut tawa peserta acara.

Radith mengatakan, dirinya tak langsung mendapatkan uang dari membuat blog. Dia awalnya memang tak berniat mencari uang dari blog. Dia hanya ingin sekadar berbagi cerita. ”Gue ini orang yang selalu mengalami kesialan. Nah, kesialan-kesialan itu gue tuliskan di blog. Eh, ternyata orang suka kalau gue lagi sial,” ujarnya.

Namun, menurut Enda, cara selain itu bisa ditempuh. dia mengatakan, untuk bisa meraup uang dari blog, blogger harus bisa membuat pengunjung blognya banyak. Semakin banyak orang yang mengakses blog tersebut semakin bagus.Nah, blog dengan pengunjung banyak akan membuat pengiklan tergiur memasang di blog tersebut. Dari situlah uang akan mengalir. 

Dia mencontohkan blog milik Radith. Cerita-cerita yang ditampilkan lelaki 24 tahun itu, kata dia, sangat menarik. Kelucuan yang terjadi adalah kenyataan, namun disampaikan dalam bahasa dan sudut pandang menarik. ”Orang akan senang dan selalu penasaran untuk mengikuti tulisan-tulisan selanjutnya,” ujar lelaki yang aktif memopulerkan internet dan dunia blog itu.

Selanjutnya, kata Enda, blogger harus konsisten dengan tulisan-tulisannya. Banyak blogger yang selesai membuat blog kemudian tak pernah meng-update. Tulisannya masih sama dengan saat kali pertama dibuat. 

”Paling tidak setiap minggu harus ada tulisan baru. Jangan bikin blog, lantas menunggu uangnya datang sendiri. Tidak bisa. Blog kita harus terus dipromosikan agar banyak yang melihat,” katanya. (nw)

Comments No Comments »